Loading...

Jumat, 06 Mei 2011

Contoh Prosedur Dalam Penelitian Kualitatif


PROSEDUR PENELITIAN

III.1    Metode dan Alasan Menggunakan Metode
Desain pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan menggunakan teknik kualitatif, yakni suatu proses yang mencoba untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai kompleksitas yang ada dalam interaksi manusia dan secara khusus untuk memperoleh jawaban atau informasi mendalam tentang interaksi sosial dan kepercayaan masyarakat. Alasan pemilihan metode ini agar mendapatkan jawaban yang lebih mendalam mengenai persepsi sehat sakit masyarakat yang dipengaruhi oleh sosial budaya (Sugiyono, 2006).

III.2    Tempat dan Waktu Penelitian
III.2.1             Tempat Penelitian
37
Tempat penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Ana Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang. Alasan pemilihan tempat karena berdasarkan hasil observasi langsung masyarakat masih meyakini kepercayaan dari nenek moyang mereka yang dikaitkan dalam kehidupan sehari-hari dan hasil wawancara dengan 2 (dua) informan di Desa Sungai Ana pada tanggal 22 Maret 2010 bahwa masyarakat di desa tersebut yang berkaitan dengan persepsi sehat sakit memang selalu dikaitan dengan hal ghaib atau mistis yang memang telah membudaya contohnya seperti sakit kepala (Pederak) yang disebabkan oleh pada saat melewati kuburan dan ditegur orang yang sudah meninggal serta bayi sering menangis disebabkan oleh diganggu mahluk halus dan lainnya sehingga mereka membawa berobat ke orang pandai (dukun, kyai dan lainnya) untuk menyembuhkannya.

III.2.2              Waktu Penelitian
Waktu penelitian dimulai pada kegiatan pembuatan proposal pada bulan Juni sampai Juli 2010 sedangkan untuk kegiatan penelitian pada bulan Agustus sampai Oktober 2010 di Desa Sungai Ana Kabupaten Sintang, setelah kegiatan penelitian maka peneliti melakukan proses pembimbingan (Asistuisi) pada bulan November 2010 sampai Februari 2011.

III.3    Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, selanjutnya setelah fokus penelitian menjadi jelas, diharapkan dapat melengkapi data dan membandingkan dengan data yang telah ditemukan melalui wawancara dan alat bantu yang digunakan dalam proses wawancara adalah handycam sebagai alat perekam gambar, pulpen, pensil, pedoman wawancara dan kamera untuk dokumentasi.
III.4    Informan
Informan dipilih secara purposive (dengan memiliki kriteria inklusi) dan key person. Key person ini digunakan apabila peneliti sudah memahami informasi awal tentang objek penelitian maupun informan penelitian, sehingga membutuhkan key person untuk melakukan wawancara mendalam, key person ini adalah tokoh adat, tokoh agama dan petugas kesehatan (Bungin, 2003), yaitu:
1.         Informan pangkal yaitu tokoh masyarakat yang memberikan informasi sebagian besar interaksi sosial dan kepercayaan masyarakat Desa Sungai Ana serta memberitahukan informan kunci yang akan membantu peneliti dalam mendapatkan informasi yang lebih mendalam.
2.         Informan kunci yaitu seseorang yang secara lengkap dan mendalam mengetahui informasi yang akan menjadi permasalahan dalam penelitian. Informan kunci terbagi menjadi 2 (dua) yaitu:
a.       Formal Leader yaitu petugas kesehatan yang merupakan faktor pembantu dalam pengobatan secara medis serta memberikan persepsi sehat dan sakit kepada masyarakat Desa Sungai Ana dalam menjalani kehidupannya.
b.      Informal Leader yaitu tokoh adat yang merupakan informan paling mengetahui masyarakat Desa Sungai Ana baik interaksi sosial dan kepercayaannya sehingga memudahkan dalam mendapatkan informasi untk penelitian, serta dukun yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dahulu sampai sekarang oleh masyarakat Desa Sungai Ana karena apapun yang terjadi pada masyarakat mengenai sehat dan sakit berkaitan dengan dukun karena merupakan tradisi turun temurun dari dahulu.
Berdasarkan teori diatas maka kriteria informan dalam penelitian ini tokoh masyarakat, tenaga kesehatan dan tokoh adat adalah sebagai berikut:
1.         Sudah lama tinggal di Desa Sungai Ana Kecamatan Sintang.
2.         Usia 20 tahun keatas.
3.         Tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
4.         Tenaga kesehatan yang ada di puskesmas dan polindes di Kecamatan Sintang.
5.         Bersedia diwawancarai.

III.5    Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang utama adalah dengan cara wawancara mendalam yang dibantu dengan pedoman wawancara, serta observasi secara langsung (Bungin, 2007). Pengumpulan datayang dilakukan di lapangan yaitu mencari informan tokoh masyarakat, tokoh agama, dukun, petugas kesehatan dan 2 (dua) perwakilan masyarakat di Desa Sungai Ana, kemudian mewawancarai informan satu persatu secara mendalam menganai interaksi sosial dan kepercayaan masyarakat yang dibantu denga pedoman wawancara yang berisikan pertanyaan yang akan diajukan kepada informan dan tidak lupa peneliti mengambil dokumentasi seperti foto dan merekam suara informan untuk dokumentasi. Pengumpulan informasi yang kurang akan dilakukan ulang sampai mendapat kejelasan.

III.6    Teknik Analisa Data
Teknik analisa data pada penelitian ini, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, serta setelah selesai pengumpulan data dalam waktu tertentu. Pada saat melaksanakaan wawancara (indepth interview) analisis terhadap jawaban dari informan yang diwawancarai, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban dari informan yang kurang memuaskan maka peneliti akan melanjutkan/ mengajukan pertanyaan lagi sampai diperoleh data yang lebih jelas dan mendalam dan dianggap kredibel (Miles dan Huberman dalam Sugiono, 2006).
Berdasarkan teori maka teknik analisa data yang peneliti lakukan adalah menganalisa jawaban informan yang kurang untuk memperkuat penelitian, maka peneliti mencari jawaban yang benar-benar dapat dipercaya untuk penyusunan laporan skripsi.

III.7    Teknik Pengujian Keabsahan Data
Banyak hasil penelitian kualitatif diragukan kebenarannya karena beberapa hal, yaitu subjektivitas peneliti merupakan hal yang dominan dalam penelitian kualitatif, alat penelitian yang diandalkan adalah wawancara dan observasi mengandung banyak kelemahan ketika dilakukan secara terbuka dan apalagi tanpa kontrol, dan sumber data kualitatif yang kurang credible akan mempengaruhi hasil akurasi penelitian. Oleh karena itu, dibutuhkan beberapa cara menentukan keabsahan data, yaitu: (Sarwono, 2006)
1.            Credibility yakni apakah proses dan hasil penelitian dapat diterima atau dipercaya. Untuk dapat diterima atau dipercaya maka menggunakan triangulasi sumber, teknik dan teori.
2.            Dependability yakni apakah hasil penelitian mengacu pada kekonsistenan peneliti dalam mengumpulkan data, membentuk dan menggunakan konsep-konsep ketika membuat interpretasi untuk menarik kesimpulan.
3.            Confirmability yakni apakah hasil penelitian dapat dibuktikan kebenarannya dimana hasil penelitian sesuai dengan data yang dikumpulkan dan dicantumkan dalam laporan lapangan.
4.            Transferability yakni apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan pada situasi yang lain.
Berdasarkan teori di atas maka peneliti dalam menentukan keabsahan data di lapangan sampai penyusunan laporan sebagai berikut:
1.            Credibility yakni apakah proses dan hasil penelitian dapat diterima atau dipercaya. Untuk dapat diterima atau dipercaya maka menggunakan triangulasi sumber, teknik dan teori. Triangulasi sumber yaitu diperoleh melalui beberapa sumber atau informan pada penelitian ini yaitu dari masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan petugas kesehatan. Triangulasi teknik yaitu peneliti melakukan pengecekan dengan wawancara pada informan sehingga ditemukan suatu kepastian datanya, pengulangan dilakukan untuk mendapatkan data yang mendukung penyusunan laporan. Triangulasi teori yaitu melakukan analisis dengan membandingkan teori dengan data yang diperoleh.
2.            Dependability yakni data yang telah didapat telah sesuai dengan yang diharapkan, sehingga peneliti dapat melanjutkan dalam proses penyusunan laporan dengan pembimbing skripsi.
3.            Confirmability yakni data yang didapat di lapangan dikumpulkan dan dicantumkan dalam laporan skripsi sesuai dengan fakta di lapangan.
4.            Transferability yakni hasil penelitian ini dapat diterapkan pada situasi yang lain jika dalam penelitian lain terdapat kesamaan, sehingga mempermudah dan memperluas pembahasan permasalahan.

1 komentar: