Loading...

Jumat, 06 Mei 2011

Demam Berdarah Dengue (DBD)


APA ITU PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE
Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus Dengue dan terutama menyerang anak- anak dengan ciri- ciri demam tinggi mendadak dengan manifestasi perdarahan dan bertendensi menimbulkan shock dan kematian. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan mungkin juga Albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia kecuali ketinggian lebih dari 1000 meter diatas permukaan laut. Masa inkubasi penyakit ini diperkirakan lebih kurang 7 hari.
Penyakit Demam Berdarah Dengue dapat menyerang semua golongan umur. Sampai saat ini penyakit Demam Berdarah Dengue lebih banyak menyerang anak-anak tetapi dalam dekade terakhir ini terlihat adanya kecenderungan kenaikan proporsi penderita Demam Berdarab Dengue pada orang dewasa.
Indonesia termasuk daerah endemik untuk penyakit Demam Berdarah Dengue. Serangan wabah umumnya muncul sekali dalam 4 – 5 tahun. Faktor lingkungan memainkan peranan bagi terjadinya wabah. Lingkungan dimana terdapat banyak air tergenang dan barang-barang yang memungkinkan air tergenang merupakan tempat ideal bagi penyakit tersebut.
PENYEBAB DEMAM BERDARAH DENGUE
Penyebab penyakit adalah virus Dengue. Virus ini termasuk kelompok Arthropoda. Borne Viruses (Arbovirosis). Sampai saat ini dikenal ada 4 serotype virus yaitu ;
1. Dengue 1 diisolasi oleh Sabin pada tahun1944.
2. Dengue 2 diisolasi oleh Sabin pada tahun 1944.
3. Dengue 3 diisolasi oleh Sather
4. Dengue 4 diisolasi oleh Sather.
Keempat type virus tersebut telah ditemukan diberbagai daerah di Indonesia dan yang terbanyak adalah type 2 dan type 3. Penelitian di Indonesia menunjukkan Dengue type 3 merupakan serotype virus yang dominan menyebabkan kasus yang berat.
PEMBAWA VIRUS DENGUE
Nyamuk Aedes merupakan pembawa bagi kuman virus denggi. Gigitan nyamuk merupakan satu cara penyebaran virus denggi dari seorang ke seorang yang lain. Sekali gigitan ia dapat menghisap darah sebanyak 2-4 mg darah yaitu 1.5 kali berat badannya. Nyamuk Aedes ini dapat dikenali dengan tanda belang hitam dan putih di kaki.Terdapat 2 jenis nyamuk Aedes yang membawa virus denggi yaitu:
Aedes aegypti
Nyamuk Aedes aegypti dewasa berukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan rata-rata nyamuk lain. Nyamuk ini mempunyai dasar hitam dengan bintik- bintik putih pada bagian badan, kaki, dan sayapnya. Nyamuk Aedes aegypti jantan mengisap cairan tumbuhan atan sari bunga untuk keperluan hidupnya. Sedangkan yang betina mengisap darah. Nyamuk betina ini lebih menyukai darah manusia dari pada binatang. Biasanya nyamuk betina mencari mangsanya pada siang hari. Aktivitas menggigit biasanya pagi (pukul 9.00-10.00) sampai petang hari (16.00-17.00). Aedes aegypti mempunyai kebiasan mengisap darah berulang kali untuk memenuhi lambungnya dengan darah. Dengan demikian nyamuk ini sangat infektif sebagai penular penyakit. Setelah mengisap darah , nyamuk ini hinggap (beristirahat) di dalam atau diluar runlah. Tempat hinggap yang disenangi adalah benda-benda yang tergantung dan biasanya ditempat yang agak gelap dan lembab. Disini nyamuk menunggu proses pematangan telurnya. Selanjutnya nyamuk betina akan meletakkan telurnya didinding tempat perkembangbiakan, sedikit diatas permukaan air. Pada umumnya telur akan menetas menjadi jentik dalam waktu 2 hari setelah terendam air. Jentik kemudian menjadi kepompong dan akhirnya menjadi nyamuk dewasa.
Aedes albopictus
Ciri-ciri : garis putih perak disepanjang pertengahan kepala dan badan. Nyamuk Albopictus terdapat di kawasan perumahan di bandar, kebun dan juga di hutan. Ia biasa terdapat di luar rumah pada tumbuh-tumbuhan dan menggigit manusia di luar rumah. Kadang-kadang ia memasuki rumah untuk menggigit manusia. Nyamuk ini juga dapat berkembang biak dalam berbagai bekas alamiah seperti lubang pada pohon, tunggul pohon, buluh, ketiak daun seperti daun pandan dan nanas dan tempat lain yang dapat digenangi air.
CARA PENULARAN
Penyakit Demam Berdarah Dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini mendapat virus Dengue sewaktu mengigit mengisap darah orang yang sakit Demam Berdarah Dengue atau tidak sakit tetapi didalam darahnya terdapat virus dengue. Seseorang yang didalam darahnya mengandung virus dengue merupakan sumber penularan penyakit demam berdarah. Virus dengue berada dalam darah selama 4-7 hari mulai 1-2 hari sebelum demam. Bila penderita tersebut digigit nyamuk penular, maka virus dalam darah akan ikut terisap masuk kedalam lambung nyamuk. Selanjutnya virus akan memperbanyak diri dan tersebar diberbagai jaringan tubuh nyamuk termasuk didalam kelenjar liurnya. Kira-kira 1 minggu setelah mengisap darah penderita, nyamuk tersebut siap untuk menularkan kepada orang lain (masa inkubasi ekstrinsik). Virus ini akan tetap berada dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya. Oleh karena itu nyamuk Aedes Aegypti yang telah mengisap virus dengue itu menjadi penular (infektif) sepanjang hidupnya. Penularan ini terjadi karena setiapkali nyamuk menusuk/mengigit, sebelum mengisap darah akan mengeluarkan air liur melalui alat tusuknya (proboscis) agar darah yang diisap tidak membeku. Bersama air liur inilah virus dengue dipindahkan dari nyamuk ke orang lain.
TEMPAT PEMBIAKAN NYAMUK
Nyamuk Aedes berkembang biak di dalam penampungan air jernih di dalam dan di luar rumah. Ia tidak dapat membiak di dalam air yang kotor. Di dalam rumah seperti di vas bunga, bak mandi, penampungan air, dan lain sebagainya. Di luar rumah seperti di saluran air hujan, botol bekas, ban bekas, bonggol pohon, dan lain-lain.
GEJALA DAN TANDA
Demam
Penyakit 
DBD didahului oleh demam tinggi yang mendadak terus-menerus berlangsung 2 – 7 hari, kenudiml turun secara cepat. Demam secara mendadak disertai gejala klinis yang tidak spesifik seperti: anorexia lemas, nyeri pada tulang, sendi, punggung dan kepala.
2) Manipestasi Pendarahan.
Perdarahan terjadi pada semua organ umumnya timbul pada hari 2-3 setelah demam. Sebab perdarahan adalah trombositopenia. Bentuk perdarahan dapat berupa :
- Ptechiae
- Purpura
- Echymosis
- Perdarahan cunjunctiva
- Perdarahan dari hidung (mimisan atau epestaxis)
- Perdarahan gusi
- Muntah darah (Hematenesis)
- Buang air besar berdarah (melena)
- Kencing berdarah (Hematuri)
Gejala ini tidak semua harus muncul pada setiap penderita, untuk itu diperlukan toreniquet test dan biasanya positif pada sebagian besar penderita Demam Berdarah Dengue.
3) Pembesaran hati (Hepotonegali).
Pembesaran hati dapat diraba pada penularan demam. Derajat pembesaran hati tidak sejajar dengan berapa penyakit Pembesan hati mungkin berkaitan dengan strain serotype virus dengue.
4) Renjatan (ShocK).
Renjatan dapat terjadi pada saat demam tinggi yaitu antara hari 3-7 mulai sakit. Renjatan terjadi karena perdarahan atau kebocoran plasma ke daerah ekstra vaskuler melalui kapilar yang rusak. Adapun tanda-tanda perdarahan:
- Kulit teraba dingin pada ujung hidung, jari dan kaki.
- Penderita menjadi gelisah.
- Nadi cepat, lemah, kecil sampai tas teraba.
- Tekanan nadi menurun (menjadi 20 mmhg atau kurang)
- Tekanan darah menurun (tekanan sistolik menurun sampai 80 mmhg atau kurang). Renjatan yang terjadi pada saat demam, biasanya mempunyai kemungkinan yang lebih buruk.
5) Gejala Klinis Lain.
GejaJa lainnya yang dapat menyertai ialah : anoreksia, mual, muntah, lemah, sakit perut, diare atau konstipasi dan kejang.
APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA ADA YANG TEKENA DEMAM BERDARAH DENGUE
Bila menemukan salah satu dari gejala tersebut di atas, maka harus segera membawa penderita ke rumah sakit. Demam yang sangat panas, kehilangan selera makan dan muntah menyebabkan dehidrasi. Penderita digalakkan supaya minum air lebih banyak.
BAGAIMANA CARA AGAR TERHINDAR DARI PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE
Pemberantasan nyamuk Ae. aegypti dan Ae. albopictus bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan hingga ke tingkat yang bukan merupakan masalah kesehatan masyarakat lagi. Kegiatan pemberantasan nyamuk aedes yang dilaksanakan sekarang ada dua cara yaitu:
1) Dengan cara kimia
Cara ini dapat dilakukan untuk nyamuk dewasa maupun larva. Untuk nyamuk dewasa saat ini dilakukan dengan cara pengasapan (thermal fogging) atau pengabutan (colg Fogging = Ultra low volume). Pemberantasan nyamuk dewasa tidak dengan menggunakan cara penyemprotan pada dinding (resisual spraying) karena nyamuk Ae.aegypti tidak suka hinggap pada dinding, melainkan pada benda-benda yang tergantung seperti kelambu dan pakaian yang tergantung. Untuk pemakaian di rumah tangga dipergunakan berbagai jenis insektisida yang disemprotkan kedalan kamar atau ruangan misalnya, golongan organophospat atau pyrethroid synthetic. Untuk pemberantasan larva dapat digunakan abate 1 % SG. Cara ini biasannya digunakan dengan menaburkan abate kedalam bejana tempat penampungan air seperti bak mandi, tempayan, drum dapat mencegah adanya jentik selama 2-3 bulan.
2) Pengelolaan lingkungan
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Cara ini dilakukan dengan menghilangkan atau mengurangi tempat-tempat perindukkan. Cara ini dikenal sebagai Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) yang pada dasarnya ialah pemberantasan jentik atau mencegah agar nyanuk tidak dapat berkembang biak. PSN ini dapat dilakukan dengan :
· Menguras bak mandi dan tempat-tempat penampungan air sekurangkurangnya seminggu sekali. Ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa perkembangan telur menjadi nyamuk selama 7-10 hari.
· Menutup rapat tempat penampungan air seperti tempayan, drum dan tempat air lain.
· Mengganti air pada vas bunga dan tempat minum burung sekurangkurangnya seminggu sekali
· Membersihkan pekarangan dan halaman rumah dari barng-barang bekas seperti kaleng bekas dan botol pecah sehingga tidak menjadi sarang nyamuk.
· Menutup lubang-lubang pada bambu pagar dan lubang pohon dengan tanah
· Membersihkan air yang tergenang diatap rumah
· Memelihara ikan
Pengasapan yang menggunakan insektisida mempunyai dampak negatif bagi lingkungan.
Insektisida tersebut dapat masuk ke dalam tubuh manus ia melalui tiga jalan yaitu:
1. jalan nafas
2. jalan pencernaan, dan
3. melewati kulit.
Bila penanganan pengasapan dilakukan dengan cara yang tidak benar maka hal ini akan membahayakan kesehatan masyarakat, disamping itu pula cara ini memerlukan dana yang sangat mahal dalam pelaksanaannya. Temephos berupa “sand granules” ditaburkan dengan pasir sebagai “carrier” ke dalam bejana tempat penampungan air. Penaburan larvasida di tempat penampungan air seperti bak mandi, tempayan, drum dapat mencegah timbulnya jentik selama 2-3 bulan. Larvasida yang dipakai adalah abate 1 % dengan dosis 1 gr per 10 liter air. Namun cara ini tidak menjamin terbasminya tempat perindukkan nyamuk secara permanen, karena masyarakat pada umumnya tidak begitu senang dengan bau yang ditimbulkan larvasida selain itu pula diperlukan abate secara rutin untuk keperluan pelaksanaannya.
Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) pada dasarnya, untuk memberantas jentik atau mencegah agar nyamuk tidak dapat berkembang biak. Mengingat Ae.aegypti tersebar luas, maka pemberantasannya perlu peran aktif masyarakat khususnya memberantas jentik Ae.aegypti di rumah dan lingkungannya masing-masing. Cara ini adalah suatu cara yang paling efektif dilaksanakan karena:
a. tidak memerlukan biaya yang besar
b. bisa dilombakan untuk menjadi daerah yang terbersih
c. menjadikan lingkungan bersih
d. budaya bangsa Indonesia yang senang hidup bergotong royong
e.dengan lingkungan yang baik tidak mustahil, penyakit lain yang diakibatkan oleh lingkungan yang kotor akan berkurang.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. Apakah yang Perlu Anda Tahu tentang Denggi. http://www.uum.edu.my/medic/apakah_denggi.htm
Chahaya, Indra. 2003. Pemberantasan Vektor Demam Berdarah di Indonesia. http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-indra%20c5.pdf
Hiswani. 2003. Pencegahan dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue. http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-hiswani9.pdf
Siregar, Faziah.
2004. Epidemiologi dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue di Indonesia. http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-fazidah3.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar